Berita12 Agustus 2026

Dua Wakil WMS Naik Podium AHSRIC 2026, Bawa Semangat #Cari_Aman ke Tingkat Nasional

Jayadi

Tim Redaksi

Baca 2 menit
Jelajahi TopikBeritaArsip Berita Terbaru

ROADMASTER - Kompetisi tahunan bagi para instruktur keselamatan berkendara Honda kembali digelar. Astra Honda Safety Riding Instructors Competition (AHSRIC) ke-17 berlangsung pada 4-7 Agustus 2026 di Astra Honda Motor Safety Riding Park, Deltamas, Cikarang.

Kompetisi yang mempertemukan perwakilan dari berbagai wilayah Indonesia ini mempertandingkan sembilan kategori. Mulai dari Instruktur Kelas Big Bike, Instruktur Kelas Sport, Instruktur AT, Advisor Dealer, Advisor Komunitas Kelas Sport, Advisor Komunitas AT, hingga kategori grup dan inovasi keselamatan berkendara.

Keberagaman kategori ini mencerminkan luasnya peran instruktur dan advisor dalam membangun budaya berkendara aman. Mereka tidak hanya mengedukasi jaringan dealer, tetapi juga komunitas dan masyarakat umum.

Proses menuju panggung nasional tidaklah mudah. Seleksi regional yang kompetitif diikuti oleh 3.726 peserta, terdiri dari 120 instruktur safety riding, 2.690 advisor dari jaringan dealer Honda, dan 916 advisor dari komunitas Honda.

Setelah melalui penyaringan ketat, hanya 209 peserta terbaik yang lolos ke level nasional. Mereka terdiri dari 19 instruktur Big Bike, 66 instruktur Sport, 14 instruktur AT, 28 Dealer Advisor, 55 Community Advisor Sport, serta 28 Community Advisor AT.

Persaingan ketat di panggung nasional membuahkan hasil positif bagi Main Dealer sepeda motor Honda area Jakarta – Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS). Dua wakilnya berhasil meraih podium di dua kategori berbeda.

Resty Purbaningrum meraih Juara 2 pada kategori Instruktur AT Class, sementara Muhammad Alfan Davinda menjadi Juara 1 pada kategori Dealer Advisor.

Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto mengungkapkan kebanggaannya. "Pelaksanaan AHSRIC ke-17 merupakan upaya Honda terus meningkatkan kompetensi instruktur safety riding. Bukan sekadar kompetisi, melainkan para kontestan adalah agen perubahan dalam mewujudkan budaya keselamatan berkendara," ujarnya.

Perjalanan WMS menuju prestasi nasional dimulai dari seleksi regional yang ketat. Sebanyak 60 peserta mendaftar, namun hanya 38 yang dinyatakan laik berkompetisi setelah melalui verifikasi.

Para peserta menjalani rangkaian pengujian teori dan praktik. Pada sesi teori, mereka harus menyelesaikan 50 soal dalam waktu 30 menit untuk mengukur pemahaman aspek keselamatan berkendara.

Sesi praktik menguji kemampuan melalui materi braking, balancing (Narrow Plank dan Low Speed Balance), serta slalom course. Tingkat kesulitan sengaja ditingkatkan dibandingkan tahun sebelumnya untuk melihat kemampuan peserta secara lebih komprehensif.

"Pencapaian ini menjadi kebanggaan sekaligus bukti dari proses pembinaan kompetensi yang dilakukan secara konsisten," tutup Benedictus.

Raihan dua podium ini membuktikan bahwa perjalanan menuju kompetisi nasional dibangun melalui proses berjenjang. AHSRIC 2026 menjadi ruang untuk mengasah sekaligus mengukur kualitas instruktur safety riding, sekaligus mendorong semangat #Cari_Aman dalam berkendara.