Ferrari Ambil Risiko Besar demi Upgrade Power Unit, Vasseur Akui Tantangan di Austria
Gojay
Tim Redaksi
ROADMASTER – Ferrari mengakui telah mengambil pendekatan "sangat berisiko" dalam pengembangan power unit terbarunya. Kepala tim Fred Vasseur mengungkapkan bahwa keputusan untuk meluncurkan upgrade ADUO (sistem pengukuran unit tenaga) dilakukan jauh sebelum tim mengetahui posisi mereka dalam klasifikasi FIA.
Seperti diketahui, FIA baru-baru ini menetapkan mesin pembakaran internal (ICE) Red Bull sebagai yang terbaik, sehingga dijadikan patokan. Tim pesaing mendapat "token" upgrade berdasarkan seberapa jauh mereka tertinggal. Namun, Ferrari sudah memulai pengembangan mesinnya beberapa bulan sebelumnya—sebuah langkah yang sangat berisiko mengingat adanya pembatasan biaya (cost cap).
"Waktu tunggu untuk komponen mesin sangat panjang, bisa berbulan-bulan," jelas Vasseur. "Karena alasan cost cap, sangat berisiko bagi kami untuk meluncurkan ADUO—atau setidaknya tahap kedua mesin—terlalu awal. Itu sebabnya kami tidak mengharapkan peningkatan besar akhir pekan ini."
Upgrade pertama Ferrari sebenarnya sudah diperkenalkan di Grand Prix Austria, dengan komponen baru diuji coba pada sesi Jumat. Tim menggunakan mesin latihan lama untuk menyerap putaran awal sebelum beralih ke spesifikasi baru.
Namun hasil latihan bebas Jumat masih jauh dari memuaskan. Lewis Hamilton, yang baru saja meraih kemenangan pertama bersama Ferrari di Barcelona, hanya berada di posisi kelima—terpaut hampir enam persepuluh detik dari Kimi Antonelli. Sementara Charles Leclerc harus puas di urutan kedelapan.
Vasseur mengakui tim kesulitan dengan kondisi trek di Austria, terutama suhu dan ketinggian yang mirip dengan Barcelona. "Kami berjuang keras dan harus bekerja pada diri sendiri—pada setelan, mobil, cara mengemudi, semuanya—untuk tampil lebih baik besok," ujarnya.
Namun ada secercah harapan. Di Barcelona, Ferrari mampu mengubah performa mobil sepanjang jarak balapan, dengan degradasi ban yang jauh lebih baik dibanding rival—terutama di sisi Hamilton.
Vasseur menambahkan, "Degradasi di Barcelona jauh lebih tinggi dan itu menjadi pendorong utama performa, setidaknya dalam balapan. Tapi kami juga mampu memperebutkan pole position di kualifikasi. Dari segi potensi murni, kami ada di sana."
Pertanyaannya sekarang: akankah risiko besar ini membuahkan hasil di Austria, atau justru menjadi pelajaran pahit bagi tim asal Maranello?

