Sport01 November 2026

Moto3 Sepang Malaysia, Veda Ega Kembali Catat Sejarah Baru

Jayadi

Tim Redaksi

Baca 2 menit
Jelajahi TopikSportArsip Berita Terbaru

ROADMASTER.ID - Sirkuit Sepang menjadi saksi kebangkitan pembalap muda Indonesia. Veda Ega Pratama tampil gemilang dengan menempati posisi kedua pada balapan utama Moto3 Malaysia 2026, Minggu (1/11). Hasil ini menjadi pencapaian terbaik pembalap yang membela Honda Team Asia tersebut sepanjang kariernya.

Veda finis terpaut 3,734 detik dari Maximo Quiles (CFMoto Gaviota Aspar Team) yang keluar sebagai pemenang. Sementara posisi ketiga dihuni Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) dengan selisih 4,184 detik. Meski tak meraih kemenangan, konsistensi Veda sepanjang balapan patut diapresiasi. Ia mampu menjaga ritme di kelompok terdepan dan memanfaatkan setiap peluang untuk mengunci podium kedua.

Tambahan 20 poin mengangkat posisi Veda ke peringkat tujuh klasemen sementara Moto3 dengan koleksi 131 poin. Capaian ini melampaui rekor pribadinya sebelumnya, yakni podium ketiga di Moto3 Brasil 2026 pada Maret lalu.

Perjalanan Veda musim ini memang menarik dicermati. Sebelumnya ia sempat menorehkan sejarah dengan meraih pole position di Moto3 Australia 2026, meski balapan utama akhirnya dibatalkan akibat cuaca buruk. Momen tersebut sempat menimbulkan tanda tanya besar: mampukah pembalap Indonesia ini mengonversi kecepatan menjadi hasil nyata? Pertanyaan itu terjawab di Sepang.

Dari sisi teknis, Sirkuit Sepang yang memiliki trek lebar dan tikungan cepat menuntut pembalap mampu mengelola ban dengan baik. Veda tampak matang dalam mengambil racing line, terutama di sektor tengah yang kerap menjadi titik krusial. Ia juga cermat dalam bertahan dari tekanan pembalap di belakangnya pada lap-lap akhir.

Bagi Indonesia, hasil ini menjadi embun segar di tengah keringnya prestasi di pentas dunia. Veda membuktikan bahwa pembalap Tanah Air mampu bersaing di level tertinggi, bukan sekadar pelengkap starting grid. Dengan sisa musim yang masih bergulir, peluang menembus posisi lima besar klasemen terbuka lebar.

Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi. Podium di Sepang harus menjadi pijakan, bukan puncak. Jika Veda mampu mempertahankan performa, bukan tidak mungkin ia menjadi kandidat serius di musim depan. Sepang telah mencatat namanya. Kini tugas Veda adalah memastikan sejarah itu berlanjut.