Bangkit dari Tidur Panjang, Citroën 2CV Kembali Sebagai Mobil Listrik Modern
Jayadi
Tim Redaksi
ROADMASTER, Jakarta – Nama Citroën 2CV identik dengan kesederhanaan, kelincahan, dan kebebasan bergerak. Setelah mengakhiri produksinya pada 1990, legenda roda depan yang pertama kali diperkenalkan di Paris Mondial de l'Automobile 1948 ini kini dipastikan akan hidup kembali. Bukan sekadar reinkarnasi nostalgia, Citroën memilih jalan berani: menghadirkan 2CV generasi baru dalam wujud mobil listrik.
Keputusan ini bukan isapan jempol belaka. Xavier Chardon, CEO Citroën, mengakui bahwa tanggung jawab menghidupkan kembali ikon adalah tantangan besar. “2CV original tidak pernah diciptakan untuk menjadi ikon. Mobil itu menjadi ikon karena mampu memberikan kebebasan bagi masyarakat,” ujarnya. Semangat itulah yang ingin diusung kembali—bukan dengan meniru tampilan lama, melainkan dengan interpretasi segar untuk generasi masa kini.
Citroën menegaskan bahwa proyek ini setia pada DNA asli TPV (Toute Petite Voiture) yang melahirkan 2CV dulu: harga terjangkau, desain ringan, kepraktisan, fleksibilitas, dan karakter khas yang berbeda dari kendaraan lain di jalan raya. Dalam era elektrifikasi, nilai-nilai itu diterjemahkan menjadi mobil listrik yang esensial, humanis, dan mudah diakses.
“2CV baru akan membawa semangat yang sama. Bukan melalui nostalgia, melainkan dengan menghadirkan kembali kesederhanaan dan aksesibilitasnya untuk dunia masa kini: elektrik, esensial, terjangkau, dan humanis,” tegas Chardon.
Ambisi Citroën sangat jelas: menciptakan ikon masa depan yang menjawab tantangan mobilitas perkotaan modern serta regulasi lingkungan yang kian ketat. Perusahaan asal Prancis itu percaya bahwa inovasi sejati bukanlah menambahkan fitur sebanyak-banyaknya, melainkan membuat hidup lebih baik dengan berfokus pada hal-hal yang benar-benar penting.
Sambil menanti kehadiran 2CV listrik tersebut, Citroën telah lebih dulu meluncurkan ë-C3, khususnya varian urban-range, sebagai solusi nyata mobilitas masa kini. Namun, tak ada yang lebih dinanti daripada kebangkitan sang legenda—kali ini tanpa suara mesin, tapi tetap penuh karakter.

