MotoGP27 Juni 2026

Bezzecchi Kuasai Assen, Namun Masalah Inti Aprilia RS-GP Masih Menghantui

Gojay

Tim Redaksi

Baca 2 menit
Jelajahi TopikMotoGPArsip Berita Terbaru

ROADMASTER  – Marco Bezzecchi tampil dominan di sesi latihan bebas MotoGP Belanda, Jumat (26/6), dengan menjadi yang tercepat di dua sesi yang digelar di Sirkuit Assen. Namun di balik performa impresifnya, pembalap Aprilia Racing itu mengakui bahwa kelemahan fundamental motor RS-GP masih belum terselesaikan sepenuhnya.

Performa Meningkat, Tapi Stabilitas Masih Jadi PR

Bezzecchi mengungkapkan bahwa motor Aprilia memang mengalami peningkatan dibandingkan musim 2025, terutama di sektor elektronik. "Motor ini meningkat di berbagai area, terutama di sisi elektronik," ujar pembalap asal Italia tersebut. Namun ia menegaskan bahwa stabilitas masih menjadi masalah terbesar karena motor masih terasa bergerak terlalu banyak.

Keunggulan utama RS-GP justru terletak pada kemampuannya di tikungan panjang yang selalu menjadi karakteristik motor Aprilia. Di sektor terakhir sirkuit Assen, Bezzecchi memang sangat cepat di tikungan cepat, tetapi ia masih merasa perlu perbaikan di chicane terakhir yang bisa menjadi penentu krusial dalam balapan. "Di bagian cepat tidak terlalu buruk, tapi di bagian lambat kami masih sedikit kesulitan," akunya.

Perubahan Prosedur Start Jadi Tantangan Baru

Meski tampil perkasa, Bezzecchi menghadapi tantangan baru di akhir pekan ini. Aturan MotoGP mulai memberlakukan larangan penggunaan front start device demi alasan keselamatan. Hal ini membuat pembalap yang baru debut di MotoGP sejak 2022 harus beradaptasi dari nol.

"Pasti ini hal yang berbeda. Kami butuh beberapa balapan untuk beradaptasi," jelas Bezzecchi. Ia menilai pembalap seperti Marc Marquez yang sudah malang melintang di MotoGP sebelum 2019 punya keuntungan pengalaman. Tanpa perangkat tersebut, start akan sedikit lebih lambat dan risiko wheelie lebih besar.

Saat ini Bezzecchi memimpin klasemen sementara dengan keunggulan delapan poin, meski ia gagal meraih poin di Ceska. Musim ini jelas lebih baik dibanding tahun lalu, dan di Assen ia bahkan lebih cepat dari Marc Marquez dan Francesco Bagnaia—dua pembalap yang mengalahkannya di sirkuit yang sama pada 2025.

"Kami masih perlu terus bekerja dan meningkatkan performa. Untuk saat ini tidak buruk, tapi kami bisa melangkah lebih jauh," pungkas Bezzecchi.

Sprint race Sabtu nanti akan menjadi ujian pertama tanpa front start device.