MotoGP28 Juni 2026

Sarung Tangan Terlepas Saat Kecelakaan, Alex Marquez: Itu Kesalahan Saya!

Gojay

Tim Redaksi

Baca 2 menit
Jelajahi TopikMotoGPArsip Berita Terbaru

ROADMASTER – Pembalap Gresini Racing, Alex Marquez, dengan jujur mengakui bahwa ia sepenuhnya bertanggung jawab atas insiden lepasnya sarung tangan kiri saat kecelakaan berat di sesi latihan Jumat (25/6) di Sirkuit Assen, Belanda. Pengakuan ini sekaligus membantah spekulasi yang menyebutkan adanya masalah teknis pada perlengkapan pelindung yang digunakannya.

"Itu kesalahan saya," ujar adik kandung Marc Marquez tersebut dengan terus terang. Ia menjelaskan bahwa sarung tangannya terlepas bukan karena kegagalan produk, melainkan karena kelalaiannya sendiri dalam memasang perlengkapan tersebut.

"Saya sudah menutup sarung tangan, tetapi karena keringat dan cuaca yang sangat panas, saya seharusnya mengencangkannya lebih erat," paparnya.

Alex pun menyampaikan permintaan maaf secara khusus kepada Alpinestars, produsen perlengkapan balapnya. "Ini sepenuhnya kesalahan pembalap. Saya minta maaf kepada Alpinestars karena pada akhirnya ini menyangkut citra mereka, tetapi ini murni kesalahan saya," tegasnya.

Kondisi Fisik dan Strategi Balapan

Untungnya, perlengkapan pelindung lainnya berhasil melindungi Alex Marquez dari cedera yang lebih parah. Pembalap asal Spanyol ini sebelumnya baru saja mengalami patah tulang selangka di Catalunya bulan lalu, dan insiden di Assen tidak memperparah cedera tersebut. "Saya terbaring di tanah mencoba memeriksa tulang selangka, tetapi semuanya baik-baik saja," ungkapnya.

Alex dinyatakan fit untuk melanjutkan balapan pada Sabtu pagi. Meskipun memilih melewatkan sesi kualifikasi, ia tetap mengambil posisi start ke-12 untuk Sprint Race. Keputusan ini diambil setelah ia menyadari "kesalahan besar" yang dilakukannya pada Jumat lalu.

"Saya memutuskan untuk terus menambah putaran di atas motor. Saya pikir ini cara terbaik untuk pulih dari cedera tulang selangka dan dampak benturan di Montmeló," jelasnya. "Kecelakaan kemarin tidak ada dalam rencana, tetapi hari ini penting untuk menjalani sprint tanpa risiko, bahkan berusaha tidak menyalip pembalap lain," tambahnya.

Alex mengakui bahwa ambisinya untuk lolos ke Q2 menjadi penyebab utama kecelakaan tersebut. "Kemarin saya melakukan kesalahan besar dengan memaksakan diri, karena time attack pertama sudah bagus dan saya berada di posisi keenam atau ketujuh. Saya berpikir, 'Oke, saya ingin masuk Q2'," kenangnya. "Itu bukan cara berpikir yang tepat dalam kondisi saya saat ini, tetapi saya memiliki kecepatan, dan itulah masalahnya," imbuhnya.

Pada Sprint Race, ia finis di posisi ke-13. Untuk balapan utama Minggu, ia berencana mengikuti warm-up terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk turun atau tidak. "Jika saya turun, saya akan mencoba menyelesaikan sebanyak mungkin putaran, tetapi tanpa risiko dan berusaha tetap tenang," pungkasnya.

Nasib kurang beruntung menimpa rekan setimnya, Fermin Aldeguer, yang harus absen hingga akhir pekan akibat patah tulang belakang pasca kecelakaan di sesi yang sama.