Bos Ferrari : 'Leclerc Temukan Kepercayaan Dirinya'
Jayadi
Tim Redaksi
ROADMASTER - Charles Leclerc akhirnya bangkit dari masa sulit dengan meraih kemenangan spektakuler di Grand Prix Inggris, dan bos Ferrari, Fred Vasseur, yakin telah menemukan kunci di balik kepercayaan diri sang pembalap yang kembali melambung.
Sepanjang awal musim 2026, Leclerc kesulitan menandingi kecepatan rekan setimnya, Lewis Hamilton. Ia bahkan sempat tertinggal lebih dari 40 poin dalam perebutan gelar juara dunia. Meski Vasseur bersikukuh bahwa pembalap asal Monako itu tidak kehilangan sentuhan tajamnya, perubahan material cakram rem dari Brembo ke Carbon Industries—yang menyamakan spesifikasi dengan Hamilton—terbukti menjadi titik balik. Untuk pertama kalinya tahun ini, Leclerc kembali tampil sebagai ancaman serius di barisan terdepan.
Usai kemenangan di Silverstone, Vasseur menjelaskan, "Hasil ini adalah suntikan kepercayaan diri terbaik yang bisa ia dapatkan. Seiring pengembangan mobil dari awal musim, kami terus menyesuaikan setelan. Charles juga melakukan pergantian rem beberapa balapan lalu, yang memaksa kami mengatur ulang hampir semuanya. Ini bukan sekadar soal performa; performanya sudah ada. Lebih kepada kepercayaan diri, dan kemenangan ini akan sangat membantunya."
Dengan kemenangan tersebut, Leclerc kini hanya berjarak 39 poin dari Hamilton, sementara Hamilton tertinggal 32 poin dari pemimpin klasemen, Kimi Antonelli.
Berbanding terbaik dengan Leclerc, Kimi sang pemimpin klasemen justru sedang mengalami masa sulit karena masalah reliabilitas di Spanyol dan Silverstone.
Ketika ditanya apakah Leclerc telah menemukan sesuatu yang baru pada mobilnya, Vasseur menjelaskan, "Dia menemukan kepercayaan dirinya. Itu saja. Setiap langkah dalam setelan mungkin tidak memberikan perbedaan waktu putaran yang signifikan, tapi terkadang itu memberi keberanian untuk mendorong lebih keras," papar Vasseur.
"Terutama untuk kecepatan balapan, itu krusial. Ia sangat konsisten sepanjang balapan. Lihat saja 20 lap pertama, ia hanya terpaut satu atau dua persepuluh detik, dan itu kunci bagi kami untuk bersaing dengan Mercedes," pungkas Vasseur.

