Formula 124 Agustus 2026

Verstappen Ungkap Penyebab Kecelakaan Mengerikan di GP Belanda

Jayadi

Tim Redaksi

Baca 2 menit
Jelajahi TopikFormula 1Arsip Berita Terbaru

ROADMASTER – Max Verstappen akhirnya buka suara mengenai penyebab kecelakaan yang mengakhiri balapan kandang terakhirnya di Sirkuit Zandvoort, GP Belanda, Minggu (23/8). Pembalap Red Bull yang merupakan juara dunia empat kali itu hanya bertahan satu lap sebelum tersingkir secara dramatis akibat kondisi trek basah.

Insiden bermula ketika hujan mengguyur sirkuit sesaat sebelum balapan dimulai. Verstappen yang start dari posisi ketujuh kehilangan kendali mobilnya setelah melewati sisi trek (kerb) dan menabrak pembatas di sisi luar tikungan terakhir yang miring (banked corner). Mobilnya terpental dan berputar ke arah lajur yang dilalui pembalap lain, beruntung tidak tertabrak.

Akui Kesalahan 

Usai balapan, Verstappen mengakui bahwa dirinya lengah terhadap kondisi trek dan melakukan kesalahan. "Tentu saja tikungan itu masih cukup basah. Tapi saat saya melaluinya, saya mulai melihat ada sedikit jalur kering," ujar Verstappen kepada Sky Sports F1.

"Saya pikir dari titik itu saya bisa mulai melaju lagi, tapi tiba-tiba trek menjadi sangat licin dan saya kehilangan kendali. Sederhana saja," lanjutnya.

"Saya coba mengoreksi, tapi tidak bisa. Lalu tentu saja saya menabrak tembok. Sejujurnya ini bisa jauh lebih buruk karena ada banyak mobil di belakang saya. Tapi untungnya semua berjalan lancar," tambahnya lega.

Awal Lap yang Penuh Drama

Start Verstappen sendiri sudah penuh drama sebelum kecelakaan terjadi. Ia terdesak ke rumput oleh Lewis Hamilton di awal balapan dan harus bertahan dari serangan rekan setim sementara, Liam Lawson. Meski sempat melewati momen-momen kritis tersebut, nasib buruk akhirnya menjemputnya di tikungan terakhir.

Red Bull Akui Ketertinggalan, Fokus Mulai Beralih ke Musim Depan

Dengan komitmen jangka panjangnya bersama Red Bull, Verstappen mengakui bahwa timnya kini tertinggal dari rival-rival seperti McLaren, Mercedes, dan Ferrari yang terbukti di luar jangkauan di Zandvoort.

"Jika dilihat rata-rata sepanjang musim, kami adalah yang tercepat keempat. Akhir pekan ini benar-benar menyoroti hal itu," ujarnya. "Kami jelas tertinggal sedikit. Kami ingin lebih dekat. Mungkin di Monza kami akan lebih baik, tapi saya tidak tahu. Kami mendekati akhir musim. Kami juga harus melihat tahun depan," pungkasnya.

Verstappen juga menjelaskan bahwa ada beberapa perubahan pada mobil yang baru bisa dilakukan tahun depan untuk benar-benar menemukan performa lebih baik. "Kami akan mencoba memaksimalkan semua yang bisa kami lakukan dengan mobil ini. Tapi tentu saja, ini tidak akan menjadi akhir musim yang paling mudah," tutupnya.

Kecelakaan ini menjadi akhir yang pahit bagi Verstappen di balapan kandang terakhirnya di Zandvoort, sekaligus menjadi pengingat bahwa kondisi trek basah tetap menjadi tantangan terbesar bagi para pembalap F1.